DESA LAWEKARA

RUNNING TEXT LATAR KUNING

KANTOR DESA LAWEKARA

Kantor Desa Lawekara, jalan H. Baso Rinding. No = 0 Desa Lawekara

MUSREMBANGDES

Penetapan RKPDes tahun 2026 dan DU Tahun 2027

MUSYAWARAH DESA

Penyusunan RKPDes Tahun 2026

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 20 April 2026

Sosialisasi Program Bantuan Bedah Rumah BSPS Tahun 2026

 


Lawekara, 20 April 2026 – Pemerintah Desa Lawekara menggelar Sosialisasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau Bedah Rumah Tahun 2026 pada Senin, 20 April 2026, pukul 14.00 WITA bertempat di Pantai Desa Lawekara.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Desa Lawekara, Andi Isti Hasriani, S.T. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa program BSPS merupakan wujud perhatian pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumah warga agar lebih layak huni. “Kami harap 31 penerima bantuan dapat memanfaatkan program ini sebaik-baiknya,” ujarnya.

Materi sosialisasi disampaikan oleh Koordinator Kabupaten BSPS, Andi Akhsmi Nur Ikrami Abdullah, S.T. Beliau menjelaskan mekanisme, syarat administrasi, dan teknis pelaksanaan program di lapangan. Turut hadir Tim Fasilitator Awaluddin Ma’arifat, S.T yang akan mendampingi warga selama proses pembangunan berlangsung.


Program BSPS di Desa Lawekara tahun ini menyasar 31 rumah warga penerima manfaat. Kegiatan ini juga merupakan aspirasi dari Bapak Safei, S.H., M.H yang terus mendorong peningkatan kualitas permukiman di wilayah Kecamatan Ranteangin, Kabupaten Kolaka Utara.


Sosialisasi berjalan lancar dan diakhiri dengan sesi tanya jawab bersama calon penerima bantuan. Warga menyambut antusias program ini dan siap mengikuti seluruh tahapan yang ditetapkan.(Baso Muh. Yusup)

Kamis, 16 April 2026

SEKDES DAN KPM INFORMASI DAN PUBLIKASI IKUTI ON THE JOB TRAINING JURNALIS DESA DI KANTOR CAMAT RANTE ANGIN


Rante Angin, 16 April 2026 – Tenaga Ahli [TA] Kabupaten menggelar On The Job Training [OJT] Sekdes Jadi Jurnalis Desa pada Kamis, 16 April 2026 bertempat di Aula Kantor Camat Rante Angin. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WITA.

Pelatihan ini diikuti oleh para Sekretaris Desa dan Kader Penggerak Masyarakat [KPM] Informasi dan Publikasi se-Kecamatan Rante Angin. Tujuan kegiatan untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola informasi publik dan mempublikasikan potensi serta kegiatan desa secara mandiri.

Materi OJT meliputi teknik dasar jurnalistik, penulisan berita desa 5W+1H, fotografi kegiatan desa, hingga pengelolaan media sosial resmi desa. Peserta langsung praktik membuat berita dan caption dari kegiatan nyata di desa masing-masing.

“Desa harus bisa menceritakan capaian dan masalahnya sendiri. Sekdes dan KPM adalah ujung tombak agar informasi desa tersampaikan ke warga secara cepat dan benar,” ujar Andi Amri selaku pemateri.

Salah satu peserta, Baso Muh. Yusup , Sekdes Desa Lawekara, mengaku pelatihan ini sangat membantu. “Selama ini kami bingung mau nulis berita desa mulai dari mana. Setelah OJT ini jadi lebih paham struktur dan bahasanya,” katanya.


Melalui OJT ini diharapkan setiap desa di Kecamatan Rante Angin punya jurnalis desa yang aktif mendokumentasikan penyaluran Dana Desa, pembangunan, dan kegiatan kemasyarakatan agar transparansi ke publik makin kuat. (Baso Muh. Yusuf)

Rabu, 15 April 2026

Kebun Holtikultura Desa Lawekara

LAWEKARA, Kebun hortikultura ini muncul dari kebutuhan warga Desa Lawekar khususnya warga di Dusun 4, akan Pangan Sehat, ekonomis, serta estetika dari tanaman Sayur, buah, obat-obatan, dan hiasan didukung potensi lahan yang ada di Dusun 4 serta nilai ekonominya yang tinggi, yang membuatnya menarik untuk dikembangkan sebagai komoditas unggulan dan sarana meningkatkan kesejahteraan Warga Desa Lawekara.

 Kepala Desa Lawekara , Andi Isti Hasriani, ST , bercerita bahwa pada tahun 2023 tepatnya pada Bulan Juni 2023 dimulailah proses Pembuatan Kebun Hortikultura diawali dengan pembuatan Rencana Anggaran Biaya (RAB), hal ini dilakukan untuk memudahkan proses pengerjaan yang sesuai dengan rencana tata letak tanaman dan biayanya.

Setelah itu dilanjutkan dengan pembersihan lahan dibulan yang sama hingga Juli, pemilihan bibit sayuran yang tepat, penanaman, dan pemeliharaan dilakukan dibulan Juli hingga Sayuran berhasil dipanen di bulan Agustus. Adapun yang melaksanakan kebun Hortikultura ini Adalah Ibu-ibu Dasawisma Dusun 4 Desa Lawekara dengan Pengawasan dilakukan oleh Pemerintah Desa dan BPD Desa Lawekara

“Hasil utama kebun hortikultura meliputi produk Pangan untuk konsumsi (Buah, Sayur, Tanaman Obat) yang kaya vitamin mineral dan serat, serta produk estetika (Bunga, Tanaman Hias) untuk memenuhi kebutuhan Rohani dan lingkungan. Selain itu hasil yang diharapkan juga mencakup peningkatan ekonomi petani, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan wisata berbasis pertanian,” ungkap Kades Perempuan ini.

yang diharapkan dari kebun hortikultura Adalah peningkatan penyediaan pangan sehat. Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan Petani khususnya untuk Ibu-ibu Dasawisma, pemberdayaan Masyarakat, serta pelestarian lingkungan melalui praktik berkelanjutan. Selain itu pengembangan Hortikultura juga diharapkan mampu menjadi penyumbang Pendapatan Asli Desa (PAD).

Ia juga mengaku, kalau penerima manfa’at utama dari pembuatan kebun hortikultura ini mencakup Masyarakat umum yang tinggal di desa Lawekara yang mengonsumsi hasil Buah, dan Sayur bergizi. Kebun ini juga sangat bermanfa’at sebagai sumber bibit tanaman yang bisa dibagikan kepada Keluarga Miskin Ekstrem dan Stunting di Tingkat keluarga.

Kebun hortikultura berkontribusi pada Pendapatan Asli Desa (PADesa) melalui penciptaan pendapatan langsung bagi petani, penyediaan lapangan kerja, peningkatan ekonomi local melalui penjualan hasil, dan potensi untuk memasarkan hasil kebun keluar daerah sehingga bisa menambah devisa desa. Selain itu, kebun hortikultura juga mendukung ketahanan pangan local dan dapat menggerakkan sektor-sektor ekonomi pendukung lainnya diwilayah desa.

 Keterlibatan dan dukungan dalam pembuatan kebun hortikultura berasal dari berbagai pihak, seperti Pemerintah (Pusat, Provinsi, dan Daerah), Dinas Ketahanan Pangan, TP PKK (Kabupaten, Kecamatan, dan Desa), Dasawisma (Kabupaten, Kecamatan, dan Desa), Pihak Swasta (Sponsor), dan Masyarakat (dukungan moral dan partisipasi). Kolaborasi ini penting untuk mengatasi keterbatasan pendanaan dan memastikan kebun hortikultura yang berkelanjutan guna mendukung program ketahanan pangan Desa.

 “Pengembangan program dan jenis usaha dalam pembuatan kebun hortikultura meliputi : Penyedian fasilitas dan Infrastruktur, pengelolaan dan penjualan hasil panen serta mengikuti lomba ketahanan pangan tingkat kecamatan,” kuncinya. (BASO MUH. YUSUP, S.Sos)